Lilypie - Personal pictureLilypie Kids Birthday tickers
Lilypie - Personal pictureLilypie Kids Birthday tickers

Senin, 24 Januari 2011

Wisata Keluarga Hemat & Segar

Kota Jakarta menawarkan lokasi hiburan yang beragam, namun sepertinya yang terbersit di orang tua pertama kali adalah mal. Maklum saja, hampir di tiap jarak 5-10km ada mal. Banyak taman bermain untuk anak yang ditawarkan oleh mal. Menemani anak bermain di mal dapat membangun kedekatan dan kepercayaan diri pada anak. Berikan waktu dan perhatian pada saat bermain karena hal ini sangat berarti untuk anak anak karena kesehariannya mereka tidak dapat bersama orang tua yang bekerja.
Ide lain yang dapat dilakukan untuk wisata adalah outdoor. Banyak lokasi di pinggiran Jakarta yang menawarkan hal tidak kalah menarik dengan Mal. Bersama anak anak di udara terbuka, dikelilingi pepohonan dan akan baik sekali jika ada hewan hewan disekitarnya.
Di Suaka Pantai Indah kapuk misalnya, ketika datang sudah disambut oleh monyet monyet lucu. Tetaplah gandeng anak anak dan buat percakapan yang menarik. Ini akan mengasah anak untuk memperhatikan objek dan menganalisanya.

Memperhatikan sekeliling dan membahasnya sangat menyenangkan, ada burung, macam pepohohan sampai kepada tanaman air eceng gondok.
















Sesekali saya membiarkan kedua putera saya asik bersama daddy-nya. Kedekatan anak laki laki dengan ayahnya akan membangun rasa percaya diri.






Saya memetik bunga eceng gondok, dan menjadikannya objek untuk berfoto, anak anak tertarik dan saya katakan wanita biasanya menyukai bunga. Bahkan putera saya meminjam bunga tersebut dari saya, mencoba menciumnya, persis seperti yang saya lakukan lalu dia juga meletakan di telinga saya.




Wisata di alam terbuka sedikit berbeda dengan mal. Di alam terbuka, anak anak merasa aman jika mengikuti instruksi ataupun pada pembicaraan kita. Di mal biasanya anak anak yang mempunyai bargaining terhadap permainan mana yang dia pilih. Outdoor ternyata lebih hemat, hanya membayar biaya masuk. Sedangkan di mal bisa berlipat kali (karena tiap permainan harus bayar). Outdoor juga sehat dan menyegarkan, karena tanpa AC. Tapi tentu saja baik di mal dan outdoor bisa mengasah kepandaian dan kecerdasan yang berbeda. Buatlah jadwal ke mal dan outdoor yang berbeda beda tiap minggunya. Mendekatkan anak dengan alam terbuka sangat baik untuk kesegaran dan tentunya mengajarkan kepada mereka tentang kehidupan alam.

Rabu, 12 Januari 2011

Merah atau Biru?

Mengasah kepandaian anak bisa melalui percakapan dan aktifitas sederhana sehari hari.
Mom: "Aurelius, kita akan pergi ke mal. Aurelius ingin pakai baju warna apa, Merah atau Biru?" Saya sambil menunjukan bajunya, mana yang merah dan mana yang biru. "Merah ada gambar keretanya, yang biru ini ada gambar mobilnya" lanjut saya. Saya melihat Aurelius memberikan perhatian dan konsentrasi yang cukup baik untuk percakapan ini.
Aurelius: "Merah saja, Mom". Lalu saya lanjutkan lagi dengan percakapan, "Kalau Keio (adiknya). Kuning atau hijau ya (saya juga menunjukan bajunya) Bisa bantu Mom dan Keio untuk memilihkan?"
Aurelius: Yang Hijau, Kei. Ada gambar Thomas.
Dari percakapan ini, Aurelius sudah mempelajari empat macam warna. Bonusnya juga adalah, ketika saya memberikan detail gambar yang terdapat pada baju tersebut, Aurelius juga memberikan perhatian pada hal detail. Hal ini baik untuk menumbuhkan kepekaan melihat hal hal yang lebih detil pada apa yang dilihat oleh anak.

Jumat, 03 Desember 2010

Hati seorang Ibu

Kalau melihat tayangan-tayangan yang di blast melalui media online (email, facebook) yang menggambarkan kekerasan dan tingkah para baby sitter, pengasuh atau pembantu sekalipun, hati seorang Ibu mana yang tidak akan hancur. Begitu khawatir, bagaimana dengan anak saya. Miris rasanya membayangkan kalau anak kita mengalami hal yang sedemikian kejam. Apa sih yang anak anak tau dalam kehidupan ini selain menangis, tertawa dan bermain. Tidak pernah sedikitpun anak anak kita berpikir bahwa mereka itu melakukan hal yang menurut kita salah atau mengganggu. Yang mereka tau hanya mereka ingin mengisi dunianya.
Setelah melihat tayangan itu, ingin rasanya pulang dan memeluk mereka, mengatakan bahwa tidak ada seorangpun yang akan menyakiti kalian. Tapi karena ada di kantor, yang kita bisa lakukan hanya menelepon dan menanyakan apa kabar mereka baik baik saja.
Sejak anak-anak lahir, ketika malam akan tidur, saya mengatakan pada mereka, saya ingin menjadi ibu yang baik dari mereka. Ada Tuhan yang menjaga mereka. Dan karena keterbatasan saya, bicaralah pada saya apa yang terjadi pada kalian selama saya tidak bersama kalian. Siapa yang menyakiti kalian. Berbagilah tentang perasaan kalian. Kita sama sama belajar, menjadi Ibu yang baik, dan kalian belajar menjadi seorang anak.
Sebagai seorang Ibu yang bekerja dengan kesibukan suami juga, anak-anak tetap harus menjadi prioritas saya. Disinilah kunci seorang wanita. Mempunyai kepekaan terhadap apa yang terjadi pada anak-anak. Beberapa kali saya merasakan ada yang tidak beres pada pengasuh anak saya. Saya tidak hanya mengandalkan perasaan atau insting saya, tapi juga saya lebih memperhatikan lagi pengasuh, perkembangan, tingkah laku, emosi anak. Sampai akhirnya saya tau ada masalah di rumah, ketika kami orang tua tidak ada di rumah. Yang saya lakukan adalah, berdoa. Tuhan, tolong buka jalan untuk hal-hal yang di luar kemampuan atau jangkauan saya. Puji Tuhan, bagaimana caranya, tapi Tuhan bekerja. Saya ingat hari itu pengasuh saya yang lama kembali menghubungi saya dan ingin bekerja kembali. Saya tau ini adalah jawabannya. Saya langsung kembalikan pengasuh yang baru ini ke yayasan, meski resiko harus mengorbankan sejulah pengeluaran. Tapi anak saya lebih penting.
Apa yang mau saya bagikan adalah, komunikasilah dengan anak, diri sendiri dan libatkan Tuhan. Sekali lagi saya tekankan, berkomunikasilah dengan anak. Tidak ada kata mereka masih kecil, atau mereka tidak mengerti. Tidak! Mereka sangat mengerti. Sangat sangat mengerti. Kedua, pertimbangkan akal dan nurani. dan ketika sesuatu terjadi di luar kemampuan kita, serahkan pada Tuhan. Setelah semua berlalu saya tau bahwa Tuhan sudah turut bekerja dalam segala sesuatu.
Hari ini, walaupun saya tidak berada dekat anak saya setiap waktu, tapi melalui mata mereka, bahasa tubuh mereka, cerita mereka, saya tahu kehidupan mereka.

Senin, 22 November 2010

Menumbuhkan Kepercayaan Anak

Ketika masih kecil (usia di bawah satu tahun), saya membiasakan diri sharing mengenai hal hal yang baik yang terjadi hari itu pada Aurelius ketika akan tidur malam. Sementara untuk hal negatif, saya meminta pendapat dengan bertanya pada Aurelius, misalnya "bagaimana ya..". Sampai usia tiga tahun, hal ini terus saya lakukan. Namun untuk Keio, saya mencuri tiap ada kesempatan cerita, pasti saya melakukannya. Agak sulit menerapkan sharing sebelum tidur dengan Keio, karena untuk tidur malam, saya menerapkan pemisahan. Aurelius sama saya, Keio dengan Daddynya atau susternya. Kalau disatukan akan menjadi arena bermain kembali antara kakak beradik itu. Oleh karenanya saya membaginya, memang akhirnya saya lebih banyak dengan Aurelius karena si kakak merasa lebih punya prioritas dengan saya. Menanggapi ini, pertama, saya harus mengisi ruang itu, supaya ketika kasih sayang Aurelius terpenuhi, secara otomatis Aurelius pasti akan mendeliver kepada adiknya. Kedua, saya mencari kesempatan lain dengan trik lain, untuk lebih dekat dengan Keio.
Sudah dua hari ini, sharing malam hari saya menjadi satu dialog menarik, Aurelius dan saya bercerita, sementara Keio masih tahap mendengarkan, dan itu adalah bagian dari proses. Kami bertiga bercerita, tertawa, bertanya dan membahas apapun tentang hari ini. Inilah awal kepercayaan anak untuk menuangkan isi hatinya pada orang tuanya.
Terapkan komunikasi sharing antara orang tua dan anak, dan antara anak dengan orang tua. Itulah persahabatan sejati.

Selasa, 09 November 2010

Aurelius, Aurelius

It's amazing. Kompetisi kedua yang dimenangkan Aurelius. Sebelumnya Aurel memenangkan Juara ke2 Lomba Fashion Show Tokoh Cerita April 2010 silam di TKK 10 PENABUR. Saat itu dia mengenakan kostum Franklin. Kali ini Aurelius memenangkan Juara 2, Kids Technocompetitions/ Fashion Show pada UoN IRMC 2010 (University of Newcastle Indo Robo Masters Cup), 6 November 2010 di Mal Central Park Jakarta Barat.
Kalau mendengar technocostume, yang terbayang pasti robot. Tapi saya punya kreatifitas lain, Aurelius mengenakan kostum bajak laut (tetap berhubungan dengan air, karena tema UoN IRMC 2010 adalah Robots in Water World). Lalu di beberapa bagian bajunya saya ganti dengan kertas timah (silver effect), lalu hooknya pun saya beri kesan techno.











Yang paling mengesankan adalah, gayanya...Aurelius bergaya seorang breaker, dengan luwes...inilah keistimewaannya..lihat betapa enjoy nya...


















Juaranya Mommy...
Saat menerima piala dan hadiah dari Mr. markus Josef Hiller, Vice Director External relations & Students Affair Politeknik PT Pos Indonesia

Jurinya dari Susan Budiarjo Fashion School dan Batavia Dancer










Para pemenangnya..termasuk Keio ada disana, buat saya, mereka adalah my champion. Bisa berdiri di depan banyak orang dengan percaya diri.



http://www.bpkpenabur.or.id/id/node/6361