Lilypie - Personal pictureLilypie Kids Birthday tickers
Lilypie - Personal pictureLilypie Kids Birthday tickers

Senin, 14 Februari 2011

School Performance, Christmas 2010

Keio
Natal Sekolah PENABUR TKK 11, dirayakan di GKI Sunrise, Jakarta Barat, Desember 2010. Saya memohon ijin dari kantor saya untuk menyempatkan diri beberapa jam untuk melihat performance Keio dan Aurelius.
Keio menyanyi "We Wish You Merry Christmas", dengan memakai topi santa. Keio menangis sepanjang performance, saya memakluminya, karena Keio tidak suka melakukan penampilan di depan umum. Tapi kalau urusan keberanian lain, Keio bisa. Misalnya mencoba permainan di Dufan, naik kendaraan, memegang hewan. Nyalinya cukup besar.


Sedangkan Aurelius, dia menikmati yang namanya tampil di depan umum. Tapi kurang berani untuk hal seperti memegang binatang. Aurelius menggunakan topi bintang dan menyanyi "Go Tell It On The Mountain" dengan baiknya. Gerakannya sangat aktif dan kakinya pun mengikuti irama.

Aurelius, barisan depan, ketiga dari kiri



Dibalik semuanya dengan kelebihan mereka berdua, saya menyayangi keduanya.

Minggu, 13 Februari 2011

Ke Pasar

Berbelanja di pasar, Aurelius dan Keio belajar mengenai proses negosiasi, ada interaksi antara pembeli dengan penjual. Di supermarket, anak anak mandiri memilih apa yang mereka beli, bahkan lokasi tempat pun bisa mereka hafal, terutama rak permen atau makanan ringan.
Di daerah Pantai Indah Kapuk (PIK), ada satu lokasi pasar modern, Fresh Market. Pasarnya cukup nyaman dan bersih. Mengajak anak membeli sayur, ikan, atau baso dan makanan sehari hari lain sangat mengasyikan. 
Di tempat sayur, karena mereka sudah terbiasa, bahkan sudah hafal dengan Bahasa Inggrisnya, jadi tidak asing untuk mereka.


"Bau!",  itu yang terucap ketika berada di lokasi ikan dan ayam. Saya katakan kalau sudah dimasak, pasti wangi.


Jumat, 11 Februari 2011

Wisata ke Perkebunan Duren Warso, Bogor

Dad, Mom, Keio dan Duren

Berkunjung dan melihat langsung buah duren yang tergantung di pohonnya bisa membuat kagum Aurelius dan Keio. Memegang kulitnya, mereka tersentak, tajam...sakit. Namun dengan keceriaan dan komunikasi yang terus menerus dengan mereka, membuat buah duren merupakan satu obyek komunikasi yang menarik. Sayangnya, ketika diminta mencicipi duren, Aurelius dan Keio menolak. Mungkin karena tampilannya yang agak sedikit lengket, menempel di jari jari. Tapi satu hari nanti mereka pasti akan menyukai, seperti saya menyukai duren.
Aurelius

Kamis, 10 Februari 2011

In The Jungle, Situgunung Sukabumi

Mengenalkan alam kepada anak anak sangat menyenangkan. Apalagi di kota Jakarta, dengan pemukiman yang tidak memungkinkan membiarkan anak bermain atau melepasnya bermain begitu saja. Tentu berbahaya karena selain banyak kendaraan, udaranya pun bisa dikatakan kurang sehat.
Pergi ke gunung, adalah satu pilihan tepat untuk mengenalkan alam dan memberikan suasana bermain yang berbeda.
Memasuki hutan dengan begitu exciting











Ini adalah lokasi wisata di Situgunung, Sukabumi. Hutan yang sangat baik untuk dijajaki. Hanya sekitar setengah jam dari kota Sukabumi. Jalan di hutannya pun mudah dilalui anak-anak. Sekitar 200m dari pintu masuk, ada danau dengan lapangan rumput yang cukup luas. Anak-anak bebas bermain disini. Hanya saja berhati hati dengan hewan pacet. Karena ternyata saya yang terkena, untungnya saya cepat melihat hingga tidak terlalu besar, sudah bisa saya lepaskan. Untuk amannya, pakailah sepatu tinggi atau kaos kaki.
Aurelius







Keio
Both










Selama ini Aurelius dan Keio hanya membaca dari buku Franklin tentang adanya danau, hewan siput, naik kano. Ternyata di danau ini kita bisa naik kano yang didayung oleh anak anak sendiri. Melihat ikan, menyusuri danau, sangat membuat mereka terpukau. It's real!
Naik kano


Tempat yang indah sekaligus liburan yang sangat mengagumkan.

Senin, 24 Januari 2011

Deal or No Deal

 Ini biasanya terjadi di playland di mal. Banyak permainan yang ternyata setelah disadari tidak hemat. Anggap saja satu permainan Rp.6000, lalu arena bermain yang Rp25Ribu sampai Rp.50Ribu. Dikalikan beberapa anak. Bukan masalah di uangnya, tapi bagaimana mengajarkan anak untuk memilih dan konsisten.
Aurelius: Mom, naik mobil mobilan!
Mom: (Ambil posisi bicara sejajar dengan anak) Aurelius, hari ini ke playland mau main apa saja? Pilih tiga permainan ya.
Aurelius: Mobil mobilan
Mom: Lalu apa lagi?
Aurelius: Kano
Mom: Okey, satu lagi, apakah mau main shooter, kereta atau kuda-kudaan (sebutkan permainan yang juga biasanya dia mainkan untuk dipilih)
Aurelius: Kereta, Mom!
Mom: Aurelius mau main mobil mobilan, kano dan kereta (buatlah persetujuan dengan mengulangi kondisinya)

Di dalam permainan di mal, buatlah kesepakatan bersama dulu, mana yang dipilih anak, dan tentu saja bantu anak untuk mengingatkan ada apa saja permainannya. Sehingga dia diberikan pilihan dan membuat satu keputusan. Biasanya setelah permainan yang dia ingini sudah dinaiki semua dia meminta yang lain lagi. Jika nanti dia ingin bermain yang lain, ingatkan dan kembalikan ke kesepakatan awal. "Aurelius, tadi sudah sepakat dengan mobil mobilan, kano dan kereta, sudah cukup yaa. Sekarang kita ke tempat lain, kita makan dulu ya". 
Ini akan membuat pelajaran pada anak untuk membuat satu batasan dari banyak pilihan dan mengenai komitmen.