Salah satu pilihan berwisata outdoor dengan keluarga di Jakarta yaitu ke Kebun Binatang Ragunan. Biaya cukup murah (di bawah Seratus Ribu Rupiah untuk 6 anggota keluarga). Hanya saja saya sarankan untuk memakai celana panjang atau memakai lotion anti nyamuk. Dan juga membawa stroller jika membawa balita. Karena jarak dari satu lokasi binatang ke lokasi yang lain cukup jauh.
Tuhan menciptakan seorang anak dengan cara-Nya yang indah, dan menjadi orangtua adalah kepercayaan yang sangat luar biasa yang diberikan kepada seorang manusia. (Quotes)
Jumat, 17 Juni 2011
Rabu, 08 Juni 2011
Selasa, 31 Mei 2011
Book Lovers
Aurelius dan Keio sangat menyukai buku. Pepatah mengatakan buku adalah jendela kehidupan, buku adalah sumber pengetahuan. Dengan buku, Aurelius dan Keio mengetahui banyak hal.
Ketika saya mengandung, baik Aurelius maupun Keio, saya sedang menjalani kuliah S2 saya di Universitas Indonesia, Program Manajemen Komunikasi. Pagi bekerja mulai 7.30am-4pm, lalu menyetir mobil ke kampus Salemba dan kuliah dimulai 6.30pm-9pm, bahkan hingga 10pm. Sampai di rumah sekitar 10.30pm.
Woa, kadang kalau saya bayangkan kembali..it’s amazing. Lelah, ngantuk, tentu saja, tapi ada semangat didalamnya. So, sedari dalam kandungan, anak anak sudah ikut saya ke kampus. Dan tentu saja, baca buku! Setiap hari, setiap minggu minimal lima buku dan in English pula, saya harus baca. Membaca di kantor pada jam istirahat, membaca di kampus, dan baca buku lagi sebelum tidur.
Sewaktu Aurelius dan Keio baru lahir pun, saya membacakan cerita sederhana di dekat telinga mereka. Belum genap setahun pun saya terus membacakan cerita setiap hari sebelum tidur.
Dan thank God, di sekolah Aurelius dan Keio sudah diperkenalkan dengan perpustakaan sejak Toddler (usia satu tahun delapan bulan). Satu hari dalam seminggu mereka ke perpustakaan. Dan saya pun selalu excited dengan buku baru yang mereka pinjam. Bahkan sebelum mereka mengatakan bahwa mereka mendapat buku baru, saya terlebih dulu menanyakan “buku apa yang dipinjam sekarang”, atau “ada buku baru, nggak?”
Saat ini, tradisi membaca buku sebelum tidur terus dilakukan. Walaupun terkadang karena sangat lelah, saya membacakan buku tidak sampai banyaknya yang mereka minta. Aurelius datang dan membawa lima buku. “Aurelius, baca dua kali saja ya, Mom sangat capek hari ini, sorry dear…dan besok pagi Mom sudah harus ke kantor”.
“Sekali lagi ya Mom…”kata Aurelius
Dan setelah saya bacakan satu lagi, “Satu lagi sudah, Mom…”
“Please…” kata saya, tadi katanya satu lagi…
“Ya, satu lagi Mom..satu lagi sudah…”
Saya bacakan satu cerita lagi. Tapi tidak jarang saya tiba tiba ketiduran.:)
Ketika saya mengandung, baik Aurelius maupun Keio, saya sedang menjalani kuliah S2 saya di Universitas Indonesia, Program Manajemen Komunikasi. Pagi bekerja mulai 7.30am-4pm, lalu menyetir mobil ke kampus Salemba dan kuliah dimulai 6.30pm-9pm, bahkan hingga 10pm. Sampai di rumah sekitar 10.30pm.
Woa, kadang kalau saya bayangkan kembali..it’s amazing. Lelah, ngantuk, tentu saja, tapi ada semangat didalamnya. So, sedari dalam kandungan, anak anak sudah ikut saya ke kampus. Dan tentu saja, baca buku! Setiap hari, setiap minggu minimal lima buku dan in English pula, saya harus baca. Membaca di kantor pada jam istirahat, membaca di kampus, dan baca buku lagi sebelum tidur.
Sewaktu Aurelius dan Keio baru lahir pun, saya membacakan cerita sederhana di dekat telinga mereka. Belum genap setahun pun saya terus membacakan cerita setiap hari sebelum tidur.
Dan thank God, di sekolah Aurelius dan Keio sudah diperkenalkan dengan perpustakaan sejak Toddler (usia satu tahun delapan bulan). Satu hari dalam seminggu mereka ke perpustakaan. Dan saya pun selalu excited dengan buku baru yang mereka pinjam. Bahkan sebelum mereka mengatakan bahwa mereka mendapat buku baru, saya terlebih dulu menanyakan “buku apa yang dipinjam sekarang”, atau “ada buku baru, nggak?”
Saat ini, tradisi membaca buku sebelum tidur terus dilakukan. Walaupun terkadang karena sangat lelah, saya membacakan buku tidak sampai banyaknya yang mereka minta. Aurelius datang dan membawa lima buku. “Aurelius, baca dua kali saja ya, Mom sangat capek hari ini, sorry dear…dan besok pagi Mom sudah harus ke kantor”.
“Sekali lagi ya Mom…”kata Aurelius
Dan setelah saya bacakan satu lagi, “Satu lagi sudah, Mom…”
“Please…” kata saya, tadi katanya satu lagi…
“Ya, satu lagi Mom..satu lagi sudah…”
Saya bacakan satu cerita lagi. Tapi tidak jarang saya tiba tiba ketiduran.:)
Senin, 30 Mei 2011
Mengoptimalkan IQ, EQ dan SQ Anak
Kunci utama dalam mengoptimalkan IQ (Intelligence Quotient), EQ (Emotional Quotient), dan SQ (Spiritual Quotient) anak adalah komunikasi dan hubungan yang baik dengan anak.
Jika keadaan emosi anak baik, maka anak akan mudah mengasah intelegensia nya. Dan ini bisa terjadi jika suasana di rumah, kondisi hubungan keluarga yaitu orang tua dengan anak, hubungan saudara, dalam keadaan yang positif. Bukan karena otak anak yang kurang cerdas ketika mereka tidak menunjukan hasil yang kurang memuaskan di sekolah. Tapi karena ada hubungan yang kurang baik, mengganggu emosi anak, sehingga mereka kurang bergairah dalam belajar.
Sedangkan dalam hal kecerdasan emosi, anak belajar mengenai emosi dari orang tuanya. Jika komunikasi anak dengan orang tua baik, berlandaskan pada kasih dan bukan emosi, maka anak akan mempunyai kecerdasan emosi yang baik. Berkomunikasi dengan baik bersama anak, menanyakan kondisi hati mereka, bercakap cakap ringan, tertawa bersama, mengasuh dengan kasih, bermain bersama, dan bukan hanya berbicara ketika orang tua merasa terganggu, dan berkata "jangan!", atau mencegah anak melakukan hal iniu ataupun hal itu.
Yang terakhir tapi ini yang sangat mendasar dan terpenting bagi saya adalah kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual diperoleh setiap orang dan akan semakin baik seiring bertambahnya umur. Menurut Ratih Zimmer Gandasetiawan, Dipl. Fisioterapis, (seorang penulis buku, pembicara dan tokoh smart parenting), kecerdasan spiritual tidak dapat dipelajari, karena hal ini berdasarkan pengalaman hidup seseorang.
Lalu apa yang dapat saya lakukan sebagai orang tua? Dalam perjalanan hidup anak dan saya, mendampingi anak anak dan hidup saya didampingi mereka adalah cara pembelajaran spiritual. Mengenal Tuhan, mengenal kasih melalui diri kita adalah hal yang indah. Anak melihat kasih dan mengenal Tuhan melalui orang tua begitu juga sebaliknya.
Jadi, apa yang dapat saya simpulkan adalah miliki hubungan dan komunikasi yang baik dengan anak. Itulah kunci mengoptimalkan IQ, EQ dan SQ anak.
Jika keadaan emosi anak baik, maka anak akan mudah mengasah intelegensia nya. Dan ini bisa terjadi jika suasana di rumah, kondisi hubungan keluarga yaitu orang tua dengan anak, hubungan saudara, dalam keadaan yang positif. Bukan karena otak anak yang kurang cerdas ketika mereka tidak menunjukan hasil yang kurang memuaskan di sekolah. Tapi karena ada hubungan yang kurang baik, mengganggu emosi anak, sehingga mereka kurang bergairah dalam belajar.
Sedangkan dalam hal kecerdasan emosi, anak belajar mengenai emosi dari orang tuanya. Jika komunikasi anak dengan orang tua baik, berlandaskan pada kasih dan bukan emosi, maka anak akan mempunyai kecerdasan emosi yang baik. Berkomunikasi dengan baik bersama anak, menanyakan kondisi hati mereka, bercakap cakap ringan, tertawa bersama, mengasuh dengan kasih, bermain bersama, dan bukan hanya berbicara ketika orang tua merasa terganggu, dan berkata "jangan!", atau mencegah anak melakukan hal iniu ataupun hal itu.
Yang terakhir tapi ini yang sangat mendasar dan terpenting bagi saya adalah kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual diperoleh setiap orang dan akan semakin baik seiring bertambahnya umur. Menurut Ratih Zimmer Gandasetiawan, Dipl. Fisioterapis, (seorang penulis buku, pembicara dan tokoh smart parenting), kecerdasan spiritual tidak dapat dipelajari, karena hal ini berdasarkan pengalaman hidup seseorang.
Lalu apa yang dapat saya lakukan sebagai orang tua? Dalam perjalanan hidup anak dan saya, mendampingi anak anak dan hidup saya didampingi mereka adalah cara pembelajaran spiritual. Mengenal Tuhan, mengenal kasih melalui diri kita adalah hal yang indah. Anak melihat kasih dan mengenal Tuhan melalui orang tua begitu juga sebaliknya.
Jadi, apa yang dapat saya simpulkan adalah miliki hubungan dan komunikasi yang baik dengan anak. Itulah kunci mengoptimalkan IQ, EQ dan SQ anak.
Rabu, 25 Mei 2011
Ketika Tangan Tuhan Menciptakan Seorang Wanita
Ketika Tuhan menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya, "Mengapa kau begitu lama menciptakan wanita Tuhan? "
Tuhan menjawab, "Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita?"
"Dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan".
Malaikat menjawab dan takjub, "Hanya dengan 2 tangan? Tidak mungkin!”
Tuhan menjawab, "Tidakkah kau tau, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari.”
Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut, dan bertanya, " Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh? seolah-olah terlalu banyak beban baginya...."
Tuhan menjawab "Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata...."
"Untuk apa ?" tanya malaikat.
"Untuk apa ?" tanya malaikat.
Tuhan melanjutkan, "Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan.... serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki...ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita."
"Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri....."
"Dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan.."
"Dia berkorban demi orang yang dicintainya.."
"Dia mampu berdiri melawan ketidakadilan."
"Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang...."
"Dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia..."
"Dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran...."
"Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya... Dia tau bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka...."
"Cintanya tanpa syarat.."
”Hanya ada satu yang kurang dari wanita, dia sering lupa betapa berharga dirinya..”
Wanita, Anda berharga dan mulia di hadapan Tuhan. Dalam kerapuhan dan kelemahanmu, Tuhan menaruh suatu kekuatan yang tidak dimiliki oleh para laki-laki. Gunakan kekuatan yang Tuhan berikan itu untuk menolong dan memberkati para laki-laki dihidupmu.
Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu. ~ Yesaya 43:4
Sumber : Pesan FacebookDunia seorang wanita:
![]() |
| Bekerja, mengaktualisasi diri. |
![]() |
| Sesibuk apapun, menyempatkan diri untuk saat-saat istimewa anak |
![]() |
| Have fun together with family |
Langganan:
Postingan (Atom)

















