Buku ini baru saja dilaunching oleh penulis langsung Dennis Trittin di Indonesia (30 Juli-11 Agustus 2012). Saya mengunjungi langsung event launching buku ini di Toko Buku Kinokunia (1/8) Plasa Senayan, Lantai 5.
This is a good book and a must read book for parents.
Pada kesempatan tersebut Dennis secara langsung memaparkan apa isi buku tersebut. Buku ini terbagi dalam dua bagian. Bagian pertama yaitu tentang mempersiapkan setiap sisi kehidupan pribadi. Bagaimana menentukan tujuan hidup, lalu pembahasan tentang karakter, hubungan terhadap orang lain, serta kehidupan spiritual. Hal penting yang ditekankan adalah bagaimana kita menghargai dan respek terhadap orang lain. Ini adalah kunci bagaimana membangun hubungan.
Bagian kedua membahas tentang bagaimana membuat keputusan yang benar, sehingga antara karir, keluarga, kuliah dan cinta semua dapat diputuskan secara benar di dalam Tuhan.
Buku ini pun membahas bagaimana kehidupan yang sukses itu.
Selain itu di dalam buku ini juga dibahas bahwa sebelum kita memutuskan untuk menikah, bereskan dulu finansial dan pendidikan, sehingga ketika memasuki pernikahan segala sesuatu bisa berjalan dengan baik.
Dennis Trittin sendiri adalah seorang yang sukses dalam karir di bidang finansial, dan setelah meraih sukses, dia sadar bahwa hal yang terutama dalam hidup adalah apa yang bisa dia bagikan untuk orang lain. Dan orang yang paling sangat menginspirasi dia adalah puteranya sendiri, Michael. Yang pada usia ke 18, Dennis tersadar apakah ia sudah mempersiapkan anaknya memasuki dunia yang terbentang luas.
Melalui buku ini Dennis memberikan hal-hal yang orang tua persiapkan sehingga usia 18 tahun nanti, anak siap menghadapi dunia ini.
Buku ini berisi panduan bagi orang tua dalam mempersiapkan anaknya menjadi independen, mempersiapkan anak membuat keputusan yang benar dan juga bagaimana mengelola finansial.
Apakah kita sebagai orang tua sudah memberikan segala sesuatu yang terbaik bagi anak kita di usia mereka 18 tahun?
Tuhan menciptakan seorang anak dengan cara-Nya yang indah, dan menjadi orangtua adalah kepercayaan yang sangat luar biasa yang diberikan kepada seorang manusia. (Quotes)
Tampilkan postingan dengan label Books. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Books. Tampilkan semua postingan
Kamis, 02 Agustus 2012
Rabu, 16 November 2011
Book, book and book
Salah satu buku favorit Aurelius dan Keio adalah Franklin, buku tulisan Paulette Bourgeouis & Brenda Clark. Buku ini bercerita tentang Franklin si Kura-Kura.
Beberapa hari ini, saya terganggu dengan sikap Aurelius dan Keio yang ketika saya pulang bekerja, mereka sedang bermain di kamar tidur, loncat-loncat dan..wow...so messy.
Beberapa kali saya katakan pada mereka untuk tidak melakukannya, atau jika melakukannya, rapihkanlah kembali. Uhmm...sepertinya tidak berhasil. Mereka sangat menikmati kesukaan bermain di kamar.
Sampai akhirnya, ketika saya sedang berkunjung ke BPK Gunung Mulia di daerah Kwitang, Senen, saya menemukan buku Franklin dan Kamarnya.
Hmm..akhirnya, ketemu juga.
Malamnya, saya membacakan buku Franklin dan Kamarnya pada Aurelius dan Keio. Buku ini bercerita tentang perilaku Franklin yang berantakan. Di kamarnya bertumpuk-tumpuk benda-benda dan mainan, sampai-sampai sangat sulit mencari mainan ataupun sesuatu saking berantakannya.
Akhirnya, Franklin membereskan kamarnya dengan baik dan ternyata setelah itu Franklin bisa dengan mudahnya mencari barang yang dia inginkan.
"Okay, cukup ceritanya. Mom, ke kamar mandi sebentar yah..."
Begitu saya keluar dari kamar mandi, saya melihat pemandangan, Aurelius sedang melipat selimut, sementara Keio memegang sapu lidi kasur. "Mom, Dede bisa nih!, " kata Keio.
Setelah itu bantal-bantal pun dirapihkan bersama boneka boneka lain.
Hmmm...let's go sleep boys! :)
Beberapa hari ini, saya terganggu dengan sikap Aurelius dan Keio yang ketika saya pulang bekerja, mereka sedang bermain di kamar tidur, loncat-loncat dan..wow...so messy.
Beberapa kali saya katakan pada mereka untuk tidak melakukannya, atau jika melakukannya, rapihkanlah kembali. Uhmm...sepertinya tidak berhasil. Mereka sangat menikmati kesukaan bermain di kamar.
Sampai akhirnya, ketika saya sedang berkunjung ke BPK Gunung Mulia di daerah Kwitang, Senen, saya menemukan buku Franklin dan Kamarnya.
Hmm..akhirnya, ketemu juga.
Malamnya, saya membacakan buku Franklin dan Kamarnya pada Aurelius dan Keio. Buku ini bercerita tentang perilaku Franklin yang berantakan. Di kamarnya bertumpuk-tumpuk benda-benda dan mainan, sampai-sampai sangat sulit mencari mainan ataupun sesuatu saking berantakannya.
Akhirnya, Franklin membereskan kamarnya dengan baik dan ternyata setelah itu Franklin bisa dengan mudahnya mencari barang yang dia inginkan.
"Okay, cukup ceritanya. Mom, ke kamar mandi sebentar yah..."
Begitu saya keluar dari kamar mandi, saya melihat pemandangan, Aurelius sedang melipat selimut, sementara Keio memegang sapu lidi kasur. "Mom, Dede bisa nih!, " kata Keio.
Setelah itu bantal-bantal pun dirapihkan bersama boneka boneka lain.
Hmmm...let's go sleep boys! :)
Langganan:
Postingan (Atom)

