| Birthday celebration @Aurelius's room. |
Tuhan menciptakan seorang anak dengan cara-Nya yang indah, dan menjadi orangtua adalah kepercayaan yang sangat luar biasa yang diberikan kepada seorang manusia. (Quotes)
Senin, 29 Juli 2013
Happy 6 yo Aurelius Frederic
Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Aurelius ke 6, keluarga kami pindah rumah ke lokasi Alam Sutera. Tepat enam tahun yang lalu kami membeli tanah di sini dan enam tahun kemudian, di tanggal yang sama, kami hijrah ke daerah Tangerang. Dan ini tepat di hari ulang tahun Aurelius ke 6. Karena kesibukan dan kerepotan pindahan rumah, kami tidak sempat mengadakan satu pesta untuk Aurelius seperti tahun-tahun sebelumnya. Keesokan malamnya, saya membelikan kue ulang tahun dan kami merayakan di dalam kamar Aurelius yang baru. Happy birthday, my dear. Jesus loves you!
Aurelius Frederic @SDK PENABUR Gading Serpong
Juli ini, kami sekeluarga sudah pindah ke Alam Sutera. Lokasi rumah yang nyaman,
di mana anak-anak dapat bertumbuh lebih baik, bersama keluarga dan
teman. Dengan demikian, Aurelius pun memasuki SD di lokasi terdekat rumah
yaitu SDK PENABUR Gading Serpong. Teman baru, guru baru, rumah baru, juga semangat baru.
Aurelius tambah besar, tambah tinggi dan tambah berat. Banyak yang bilang, badannya seperti Daddy (hmmm, besaar..) Baru dua minggu di SD, peer pun sudah hampir tiap hari. Saya memutuskan untuk memberikan waktu tiap hari, jam 7 sampai 8 malam untuk belajar bersama Aurelius. Memeriksa agenda, membuat peer sampai menyiapkan semua keperluan sekolah esok hari.
Ini berarti saya membatasi aktifitas saya. Sebelumnya saya menjadi dosen malam hari, dua kali seminggu. Namun saya memilih untuk memberikan hati saya untuk Aurelius. Anak merupakan hal lebih berharga ketimbang pekerjaan. Masa depan anak saya ditentukan oleh apa yang saya berikan saat ini.
Ada konsekuensi dari tidak mengajar. Tetapi konsekuensi dibandingkan dengan resiko serta nilai investasi anak, berbanding jauh sekali. Konsekuensi saya dapat dinilai dari berkurangnya income. Namun dengan memberikan hati saya, ini berarti memberikan kehidupan kepada anak. Mendampingi kehidupan anak, sama dengan mengantar mereka ke dalam satu kehidupan di mana ada kita sebagai orangtua dan ada Tuhan didalamnya. Dan ini tidak ternilai harganya.
Aurelius tambah besar, tambah tinggi dan tambah berat. Banyak yang bilang, badannya seperti Daddy (hmmm, besaar..) Baru dua minggu di SD, peer pun sudah hampir tiap hari. Saya memutuskan untuk memberikan waktu tiap hari, jam 7 sampai 8 malam untuk belajar bersama Aurelius. Memeriksa agenda, membuat peer sampai menyiapkan semua keperluan sekolah esok hari.
| Hari pertama SD, berkumpul di halaman sekolah. |
Ini berarti saya membatasi aktifitas saya. Sebelumnya saya menjadi dosen malam hari, dua kali seminggu. Namun saya memilih untuk memberikan hati saya untuk Aurelius. Anak merupakan hal lebih berharga ketimbang pekerjaan. Masa depan anak saya ditentukan oleh apa yang saya berikan saat ini.
Ada konsekuensi dari tidak mengajar. Tetapi konsekuensi dibandingkan dengan resiko serta nilai investasi anak, berbanding jauh sekali. Konsekuensi saya dapat dinilai dari berkurangnya income. Namun dengan memberikan hati saya, ini berarti memberikan kehidupan kepada anak. Mendampingi kehidupan anak, sama dengan mengantar mereka ke dalam satu kehidupan di mana ada kita sebagai orangtua dan ada Tuhan didalamnya. Dan ini tidak ternilai harganya.
Senin, 17 Juni 2013
Taman Kota 2, BSD Tangerang
Ada satu tempat lokasi outdoor di bilangan BSD City. Taman Kota 2, letaknya bersebelahan dengan Taman Kota di BSD (Bumi Serpong Damai), Tangerang.
Di sini terdapat penjual tanaman buah, hias, maupun jenis rumput. Tempatnya tidak begitu luas, namun bisa dengan nyaman mengajak anak-anak melihat dan mengenal tanaman. Lokasinya menjadi satu dengan Taman Kota, namun kurang nyaman untuk keluarga, karena pendatangnya kebanyakan anak muda berpasangan.
Jadi, rasanya cukup ke lokasi penjualan tanaman saja. :)
Jumat, 07 Juni 2013
Bagaimana Menjadi Humas yang OK?!
Bagaimana caranya menjadi humas yang profesional?
Di atas adalah liputan dari teman saya Immanuel Saragih di Tabloid Youth Talents Edisi 7, 2013.
Pada artikel tersebut, saya membagikan bagaimana menjadi seorang humas. Pertama dan yang terpenting adalah seorang humas harus mampu menjalankan fungsinya sebagai manajemen komunikasi dari organisasi. Ada perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan hingga evaluasi.
Seorang humas juga harus kreatif, dalam arti mampu berkolaborasi dengan bidang lain untuk mencapai tujuannya. Dan harus komunikatif, itu sudah mutlak. Berkomunikasi baik diartikan dengan memiliki kemampuan menjalin relasi yang baik dengan banyak pihak.
Terakhir, humas itu adalah dunia yang menyenangkan. Tetaplah berjalan dalam kebenaran hingga kita akan menuai kebaikan dalam hidup kita.
Thanks to Immanuel Saragih.
Rabu, 05 Juni 2013
Tuhan Sudah Mengatur Langkah Saya
Di atas adalah liputan dari teman saya Parulian Tambun, di Tabloid Fresh Edisi Juni 2013. Tulisan yang segar dan sarat makna ini, menuliskan tentang inspirasi yang saya ingin bagikan terutama kepada para anak muda, yang sudah atau bahkan mau sukses.
Pertama, banyak perjalanan dalam kehidupan yang dilewati, dan itu semua mendatangkan kebaikan. Kedua, banyak hal yang mungkin tidak kita sukai, tetapi jadikan itu sebagai motivasi, bukan sebagai hambatan. Dan yang ketiga bangun hubungan sebaik mungkin dengan orang-orang.
3 Bidang kehidupan yang tidak dapat dipisahkan dari kesuksesan anak muda, Tuhan, keluarga dan mereka yang ada di sekitar kita.
Terakhir, jika kita hidup dalam Tuhan maka kita akan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada waktunya, yang tidak pernah layu daunnya.
Thanks to Lian, seorang jurnalis yang memiliki kompetensi dan profesional dalam dunianya.
Pertama, banyak perjalanan dalam kehidupan yang dilewati, dan itu semua mendatangkan kebaikan. Kedua, banyak hal yang mungkin tidak kita sukai, tetapi jadikan itu sebagai motivasi, bukan sebagai hambatan. Dan yang ketiga bangun hubungan sebaik mungkin dengan orang-orang.
3 Bidang kehidupan yang tidak dapat dipisahkan dari kesuksesan anak muda, Tuhan, keluarga dan mereka yang ada di sekitar kita.
Terakhir, jika kita hidup dalam Tuhan maka kita akan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buah pada waktunya, yang tidak pernah layu daunnya.
Thanks to Lian, seorang jurnalis yang memiliki kompetensi dan profesional dalam dunianya.
Langganan:
Postingan (Atom)


